Panjinasional.Madiun.
Dunia pendidikan di wilayah Kabupaten Madiun tercoreng citranya karena ulah oknum managemen sekolah SMKN 1 Wonoasri yang tertutup dan kurang menghargai tugas jurnalistik, disaat awak media yang akan melakukan konfirmasi terkait kerjasama dengan media yang ada di Kabupaten Madiun.

Sudah beberapa kali awak media Panjinasional, media wartapos dan media FI datang ke sekolah SMKN 1 Wonoasri selalu mengalami kendala untuk bertemu dengan pihak Kepala Sekolah atau Waka Humas.
Dengan berbagai alasan yang ada, selaludiungkapkan pihak sekuriti/satpam atau pihak penerima tamu.Sehingga managemen pihak sekolah SMKN 1 Wonoasri terkesan tertutup dan tidak menghargai UU KIP No.14 Tahun 2008 dan UU Pers No 40 Tahun 1999.

Sudah hampir 5 kali lebih pihak awak media yang akan melakukan konfirmasi dan koordinasi selalu ada saja kendala yang disengaja.
Dan hal ini terjadi sejak tahun 2017 sampai dengan 2018 ini, pihak awak media belum bisa bertemu dengan pihak Kepala Sekolah atau Waka Humasnya. Pihak media selama ini bahkan selalu mendapatkan alasan dari pihak sekuriti dan penerima tamu dengan alasan masih ada diklat diluar kota, masih ada rapat yang tidak bisa diganggu dll. “Masih ada acara rapat penerimaan raport dengan wali murid dan tidak bisa diganggu,”Kata Nardi sekuriti sekolah.

“Kalau mau bertemu pak Harno janjian dulu.Kalau gak ada janji ya di rumah saja” imbuh Nardi kepada awak media.
“Bagaimana mau janjian, kalau tidak punya nomer telpon pak Harno…???”,tanya Hary salah seorang awak media.

Dengan kejadian seperti ini terkesan pihak sekolah SMKN 1 Wonoasri Kab Madiun menggunakan jasa sekuriti/satpam dan penerima tamu untuk menolak kedatangan dan menghindar secara halus bila kedatangan awak media yang sedang melakukan tugas jurnalistik tentang peliputan berita.

Dan sampai saat berita ini ditulis, awak media belum mengetahui siapa nama kepala sekolah SMKN 1 Wonoasri Kab Madiun sekarang ini….???? sehingga awak media yang dikecewakan pihak managemen/pengurus sekolah SMKN 1 Wonoasri ini akan berkoordinasi dan mengadukan kinerja pengurus sekolahnya ke UPT Propinsi Dinas Pendidikan.

Apa yang menjadi kebijakan dan jawaban terkait pengaduan awak media ke UPT Propinsi Dinas Pendidikan di wilayah Madiun, adalah bentuk pemberitaan yang berimbang. (bersambung)..@Warti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here