Panjinasional.net, Gresik :
Melanjutkan konfirmasi atas berita terdahulu tentang kasus perseteruan Kades Prambangan Fariantono melawan Felix Pada Selasa 2 januari lalu wartawan panjinasional mendatangi kantor camat kebomas gresik, dengan tujuan untuk melakukan konfirmasi kepada camat kebomas Drs.Sutrisno.

Ada saat masuk kedalam ruangan disana ada Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin,Spd MM, mantan Camat Kebomas Zaerudin yang sekarang menjabat di menpora, kedatangan Panjinasional juga bersama 2 orang wartawan media lain dari gresik.

Setelah menunggu beberapa saat, baru lah awak media meminta ijin untuk wawancara terkait IMB pergudangan atas nama Felix Soesanto PT.Bumi Benowo Sukses Sejahtera,yang berdiri di lahan tanah yang sedang bersengketa.

Namun dengan serta merta camat kebomas menolak untuk diwawancara “Sampean jangan wawancarai aku mbak, karena bukan saya yang mengeluarkan IMB, sampean kesana aja kalau mau wawancara masalah IMB” katanya mengelak.

Camat juga menjawab, bahwa selama urusan Felix Soesanto camat kebomas belum ada tanda tangan untuk IMB, tapi benar bahwa ada 2 tanda tangan di lembar formulir untuk pengajuan IMB kanan kiri dibawah untuk tanda tangan kepala desa / lurah juga camat.

Saat ditanya andai ada tanda tangan kepala desa dan camat di formulir itu, sedangkan camat tidak tanda tangan, begitupun kepala desa prambangan fariantono menurut pengakuannya tidak tanda tangan bagaimana ??

“Ya gak masalah mbak, saya tidak tahu pada waktu itu bisa aja kan terselip,” jawabnya.
“Dikoreksi dan paraf, tapi gimana lagi mbak namanya orang kan siapa aja bisa kebobolan,? bupati aja bisa kebobolan kok” sambungnya lagi

Saat ditanya, kenapa tidak dikoreksi dulu, kan terlihat besar dan jelas tidak ada tanda tangan kepala desa yang bersangkutan ?

Malah dalam wawancara tersebut camat menyuruh wartawan untuk bertanya kepada pihak yang menerbitkan IMB Felix Soesanto “Kenapa bisa keluar padahal tidak ada tanda tangan kepala desa dan camat ??” ujar camat Sutrisno.

itulah Pernyataan seorang pejabat tentang proses pernerbitan IMB yang berindikasikan permainan seharusnya tidak lepas dari tanggung jawab pejabatnya bila terjadi dugaan ketimpangan diwilayahnya, Bagaimama system administrasi di kota Gresik ini bisa transparans dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakatnya?? bersambung..@Er

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here