banner 728x90

Oknum Satlantas Diduga Terlibat Proyek, Memesan Dan Pergunakan Bahan Material 20 Truk Tidak Membayar

Oknum Satlantas Diduga Terlibat Proyek, Memesan Dan Pergunakan Bahan Material 20 Truk Tidak Membayar

Panji Nasional Malili,
Sungguh malang nasib pengusaha bahan material batu dan pasir serta alat pengangkutan truk ini, sebut saja bapak Dewi warga Desa Libukan Mandiri (Mahalona) saat mengumpulkan dan mengantar sejumlah bahan material kelokasi sebuah proyek milik oknum seorang polisi yang bertugas di Satlantas (petugas Samsat) Polres Luwu Timur yang diketahui bernama Fadly.

Dalam kronologisnya diungkapkan korban Dewi kepada Panji Nasional bahwa proyek tersebut adalah proyek tahun 2015 dengan anggaran APBD oleh Dinas PU Kabupaten Luwu Timur dengan pekerjaan tender Proyek Leaning dengan panjang kurang lebih 200 plus pintu air, 6/12/2017.

Fadly merupakan orang yang diduga pemilik proyek dimana melakukan pemesanan barang bahan material berupa batu kali dan pasir tertanggal 8/11/2015 dimana dalam cerita singkatnya Dewi kebetulan meminta tolong untuk diuruskan pajak kendaraan mobil kijang LX 7K miliknya senilai Rp.1.150.000 kepada Fadly dari pembayaran pajak tersebut akan dikurangi dari pembelian bahan material batu dan pasir sebanyak 63 truk senilai Rp.37.800.000 @Rp.600.000/truk.

Saat itu Fadly melakukan pembayaran beberapa tahap sebanyak diantaranya, Rp.2.000.000 + Rp.500.000 + Rp.11.150.000 (termasuk biaya pajak mobil) + Rp.12.000.000 total Rp.24.150.000 maka sisa uang (milik bapak Dewi yang belum dibayar oleh Fadly) Rp.12.150.000.-

Dari sisa pembayaran 12 juta lebih yang tertinggal tersebut Dewi melakukan penagihan kepada Fadly dan mendapat jawaban agar bersabar terlebih dahulu untuk menunggu pencairan 100% dari Dinas PU, namun setelah pencairan tersebut Fadly belum juga melakukan penyelesaian pembayaran kepada korban, bahkan korban pernah menekan Fadly agar segera menyelesaikan pelunasan jika tidak kasus ini akan dipropamkan, namun Fadly tidak pernah takut akan hal tersebut, bahkan untuk komunikasi terakhir Fadly mengganti nomor ponselnya dengan nomor 082292319XXX hingga memasuki tahun 2017 ini.

“Saya telah menyampaikan pesan kepada Fadly selaku anggota aparat bahwa jika masalah ini tidak dilunasi maka kasus ini akan saya laporkan kepada pihak Propam agar ditindak lanjuti, tetapi Fadly tidak perduli akan hal tersebut” tutur korban Pak Dewi.

Fadly yang dikonfirmasi terkait masalah ini mengeluarkan 100 jurus menepis diantaranya sisa uang pembayaran Pak Dewi telah dibayarkan melalui orang lain atas nama pak Kendari, belakangan Fadly mengganti nama tersebut dengan nama orang lain, selain itu Fadly juga beralasan bahwa Dewi telah dia intruksikan untuk menghentikan suplai bahan material kelokasi proyeknya, tak hanya itu oknum polisi Fadly juga beralasan bahwa pemilik proyek telah melarikan diri hingga susah untuk di hubungi.

“Saya akan selalu siap mempertanggung jawabkan kasus ini kepada atasan terlebih kepada korban”, cetus Fadly

Pernyataan Fadly tersebut menjadi tanda Tanya, pasalnya menurut Dewi, bahwa Fadly enggan menemuinya di Mahalona.

“Apa yang disampaikan oleh Fadly hanyalah alasan yang tidak masuk akal karena semua bahan material yang dikirim kelokasi proyek telah dipakainya untuk membangun proyek leaning tersebut, hingga selesai dan memasuki pembayaran 100 % namun sisa pembayaran 20 truk dengan nilai 12 juta lebih tidak pernah diselesaikannya, bahkan hanya sebatas janji selama dua tahun ini”, tutur Dewi.

Sejumlah saksi menyatakan bersedia memberikan keterangannya terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan sisa pembayaran bahan material batu dan pasir oleh Fadly oknum Satlantas (Samsat Polres Lutim).@mardin

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!