banner 728x90

JM-PPK Tolak Ijin Perpanjangan Indocement Grup

JM-PPK Tolak Ijin Perpanjangan Indocement Grup
Ratusan petani yang tergabung dalam JM-PPK (Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng) mendatangi Kantor Gubernur Jawa Tengah

Semarang.panjinasional.net. Ratusan petani yang tergabung dalam JM-PPK (Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng) mendatangi Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk mengajak berbagai unsur profesi dan berbagai elemen masyarakat dari pegawai pemerintah, karyawan swasta, tokoh agama, mahasiswa, dan masyarakat umum agar ikut bersama-sama menyelamatkan dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita semua sebagai manusia yang diciptakan di dunia oleh Sang Pencipta mempunyai tugas menjaga dan melestarikan bumi untuk keberlangsungan hidup yang akan datang. Perlu diketahui, Pegunungan Kendeng adalah pegunungan purba yang memiliki situs-situs sejarah peradaban termasuk ribuan mata air,” ungkap Narahubung JM-PPK Bambang Sutikno dalam rilis yang dibagikan kepada wartawan di halaman gubernuran Selasa, 5/12/2017.

Dalam kegiatan yang dikemas seperti kendurenan keselamatan tersebut, ditampilkan pula aneka macam hasil pertanian seperti jagung, ketela, padi dan sebagainya, termasuk aneka makanan siap santap.

Dari sejak zaman nenek moyang kita sampai sekarang, lanjutnya, Pegunungan Kendeng merupakan sumber penghidupan masyarakat yang tinggal disekitarnya. Tapi kini terancam hilang kelestariannya karena adanya ekspansi pabrik semen di wilayah Kecamatan Kayen dan Tambakromo oleh PT Sahabat Mulia Sakti (anak perusahaan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk yang saham kepimilikannya dimiliki Heidelberg Cement AG yang berbasis di Jerman).

Menurutnya, area yang akan dijadikan pabrik di dalam dokumen ANDAL PT SMS adalah 180 Ha dimiliki 569 orang di empat desa yaitu Desa Karangawen, Desa Mojomulyo, Desa Tambakromo dan Desa Larangan, yang merupakan kawasan produktif dan subur untuk pertanian sekaligus sebagai penyandang ketahanan pangan.

Apalagi masyarakat di wilayah tersebut dalam dokumen ANDAL PT. SMS 67 % menolak adanya rencana pendirian pabrik semen. Masyarakat juga mendapatkan dukungan dari warga Jerman sebanyak 102.000 tanda tangan untuk menolak pendirian pabrik semen di Pati tersebut.

Anjuran memperbaiki Amdal, PT. Sahabat Mulia Sakti (Indocement) yang memiliki Izin Lingkungan sejak 8 Desember 2014 juga tidak pernah dilaksanakan meski sudah memasuki usia 3 tahun terhitung nanti 8 Desember 2017.
“Karena itu tidak perlu diberikan perpanjangan ijin bagi PT. Sahabat Mulia Sakti, Indocement grup,” tegasnya.(Mim)

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!