banner 728x90

Djarwo Suryanto Mantan Dirut Pelindo III dan Istri Diputus Bebas

Djarwo Suryanto Mantan Dirut Pelindo III dan Istri Diputus Bebas

Surabaya, Panjinasional.net – Djarwo Suryanto Mantan Dirut PT Pelindo III, dan istrinya Mieke Yolanda Fransiska alias Nonik yang semula dijerat Pungutan Liar (Pungli) Dwelling Time, dibebaskan hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (4/12/2017).
Amar putusan bebas itu dibacakan ketua majelis hakim, Maxi Sigerlaki SH di ruang sidang Cakra.

Pembacaan amar putusan setebal 205 halaman itu, majelis hakim menyatakan tidak menemukan unsur pidana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni melanggar pasal 368 ayat 1 KUHP tentang Pemerasan.

Menurut hakim, bahwa Djarwo Suryanto sebagai terdakwa I harus dibebaskan dari dakwaan itu. karena majelis hakim tidak menemukan peranan terdakwa Djarwo sebagaimana dalam dakwaan jaksa.

Alasan bebas itu, bagi terdakwa Djarwo dianggap bukan sebagai pengambil keputusan saat terdakwa Firdiat Firman (berkas terpisah) mengajukan kerja sama sewa lahan di block B, PT TPS untuk kepentingan bongkar muat PT Akara Multi Karya (AKM).
“Terdakwa Djarwo hanya pemberi pendapat dan saat itu menyarankan agar Firdiat Firman untuk menghubungi PT TPS yang merupakan anak perusahaan PT Pelindo III. Pemberi saran bukanlah pengambil keputusan,” tutur hakim Maxi saat membacakan amar putusan.

Dalam amar putusan hakim, terdakwa Djarwo juga dianggap seseorang yang tidak dapat dipersalahkan dalam kasus ini. Sehingga Terdakwa dianggap tidak ikut saat pembuatan perjanjian dan penentuan tarif harga bongkar muat antara Firdiat Firman dan Augusto Hutapea, Direktur PT AKM serta tidak pernah berkomunikasi dengan para pihak yang membuat keputusan.

“Terdakwa Djarwo Suryanto harus dibebaskan dari dakwaan jaksa,” tandas hakim.
Sedang istri Djarwo, Mieke Yolanda Fransiska alias Nonik, juga dibebaskan dari dakwaan tindak pidana pencucian uang, sebagaimana diatur dalam melanggar pasal 3 UU No 8 Tahun 2010.
Meski hakim menemukan fakta, bahwa terdakwa Mieke pernah menggunakan ATM yang diberikan oleh Firdiat Firman untuk kepentingan pribadinya.
Namun, hakim Maxi Sigarlaki, menyatakan perbuatan itu bukanlah perbuatan pidana atau onslagh.

“Terdakwa Mieke Yolanda Fransiska juga dilepaskan dari dakwaan jaksa,” terang hakim Maxi Sigarlaki sembari mengetuk palu sebagai tanda berakhirnya pembacaan putusan.

Atas putusan hakim, JPU Didik Yudha SH dari Kejari Tanjung Perak, langsung menyatakan sikap upaya hukum. “Kami kasasi majelis hakim,” tandas JPU Didik Yudha.
Sedangkan Kedua terdakwa melalui tim penasihat hukumnya masih menyatakan pikir-pikir.

Usai menjalani persidangan, Djarwo Suryanto mengaku lega dengan putusan bebas itu. “Dari awal saya dan istri saya tidak pernah terlibat dan sekarang sudah terbukti kalau saya dan istri tidak terlibat,” ujar Djarwo pada sejumlah awak media.

Sudiman Sidabuke SH, salah satu tim penasihat hukum kedua terdakwa justru menyesalkan putusan hakim Maxi Sigerlaki yang memutus perkara terdakwa Mieke Yolanda Fransiska alias Nonik dengan dinyatakan onslagh.
“Semestinya kalau dakwaan pertama dibebaskan, maka dakwaan ke dua juga ikut dibebaskan. Ini yang membuat kami bingung dengan pertimbangan majelis hakim,” kata Sudiman usai sidang.

Kasus pungli Dwelling Time di Pelindo III ini terbongkar setelah Tim Saber Pungli Mabes Polri dibantu Polres Tanjung Perak melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Augusto Hutapea pada November 2016 lalu.

Augusto sebagai Direktur PT Akara Multi Jaya merupakan rekanan PT Pelindo III ditangkap saat diduga mengambil uang pungli dari importir.
Usai ditangkap dan saat diperiksa, Augusto menyebut beberapa pejabat Pelindo III.
Atas pengakuan itu, penyidik akhirnya bergerak dan menggeledah ruang kerja Rahmat Satria, Direktur Operasional PT Pelindo III.

Ternyata tak berhenti disitu, kasus tersebut ternyata juga menjerat Djarwo Surjanto, Direktur Utama Pelindo III bersama istrinya yaitu Mieke Yolanda..@red

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!