banner 728x90

Hidup Sebatang kara, Muteni Diserang Kanker, Wajah Penuh Belatung

Hidup Sebatang kara,  Muteni  Diserang Kanker, Wajah  Penuh Belatung

Gresik, Panjinasional.net – Begitu ganasnya penyakit kanker inilah yang diderita Mukeni Binti Sarkowi. Perempuan 58 tahun asal Dusun Bandaran Sari Rejo Desa Bedanten Kecamatan Bungah ini harus menjalani perawatan intensif di RSFM. Sebelumnya, Mukeni hanya bisa pasrah karena sejumlah rumah sakit menolaknya untuk berobat. Selain karena penyakit kankernya sudah sangat parah, Mukeni juga perempuan tua sebatang kara yang hidup bergelimang kemiskinan.

Derita Mukeni kian sempurna, karena menjelang usia tuanya, dia harus hidup seorang diri. Suaminya telah meninggal setahun lalu dan tidak dikaruniai seorang anak pun. Untuk memenuhi kehidupan sehari- hari, Mukeni yang terus berjuang melawan sakitnya terpaksa harus mencari kangkung untuk dijual di pasar. Untungnya, masih ada Yasiroh. Dialah satu-satunya tetangga yang peduli terhadap Mukeni. Berkat Yasiroh, akhirnya Mukeni yang tak kuat lagi menahan sakitnya kemudian dibawa ke RSFM.

“Saat pasien datang, kami langsung melakukan penanganan secara medis. Penyakit kanker yang dideritanya sudah sangat parah. Kami bersama tim dokter Rumah Sakit Fathma Medika (RSFM) dengan penuh hati-hati mengeluarkan satu per satu belatung yang menggerogoti wajahnya. Setiap satu belatung yang kami ambil, pasien sontak merintih kesakitan. Namun, demi kesembuhan pasien, kami harus mengambil semua belatung itu agar tidak beranak pinak,” ungkap dr Vita Emalia, Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSFM dengan ekspresi penuh iba menyaksikan kondisi pasien yang begitu parah diserang penyakit kanker yang nyaris menghancurkan wajahnya.

Usai menjalani perawatan untuk kali pertama di RSFM, Mukeni sempat bingung campur bersyukur ternyata masih ada rumah sakit yang sudi menerimanya berobat. Harapan untuk sembuh pun sontak muncul dalam benak Mukeni. Namun, sejurus kemudian, matanya berbinar dan wajahnya yang penuh luka akibat serangan kanker tampak begitu sedih. Mukeni pun lalu berkata kepada Yasiroh jika dirinya tak kan mampu membayar biaya rumah sakit.

Roh, begitu Mukeni memanggil Yasiroh, “Aku gak duwe duwek gawe bayar rumah sakit. Duwek olehku dodolan kangkung mung cukup gawe mangan sakbendinone (Saya tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit. Uang hasil jualan sayur kangkung, hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari, Red),” ucap Mukeni yang tampak diamini oleh Yasiroh.

Fathma Medika Ikhlas Sembuhkan Mukeni Tanpa Biaya
Kegelisahan Mukeni tak mampu bayar biaya rumah sakit ternyata hanya kekhawatiran belaka. Pasalnya, Kepala IGD RSFM dr Vita Emalia begitu peka membaca kondisi pasiennya. Tanpa pikir panjang, dokter muda asal Desa Betoyo Manyar ini langsung berkoordinasi dengan Wakil Direktur Medis RSFM dr Fina dan menyampaikan kondisi pasien yang benar-benar tidak mampu membayar biaya rumah sakit.

Selanjutnya, Direktur Umum (Dirut) RSFM dr Asluchul Alif Maslichan dengan penuh ketulusan atas nama kemanusiaan membebaskan seluruh biaya pengobatan Mukeni. Tidak hanya itu, RSFM juga akan terus merawat Mukeni sampai sembuh tanpa biaya sama sekali.
“Alhamdulillah, setelah dirawat satu minggu lebih, kondisi pasien Mukeni sudah mulai membaik. Pasien sudah tidak merasakan nyeri lagi dan bisa beristirahat dengan baik tanpa merintih kesakitan,” terang dr Alif panggilan akrab dr Asluchul Alif Maslichan yang aktif bergelut di dunia organisasi ini, baik PSSI, Ansor, Karang Taruna, maupun di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik.

Sementara itu, ketika disinggung harus berapa lama Mukeni menjalani perawatan sampai sembuh, dr Vita mengatakan, setidaknya pasien harus menjalani perawatan intensif selama 3 bulan lebih. Lalu, andai pasien tersebut diharuskan membayar biaya rumah sakit, berapa rupiah yang harus dikeluarkan? Sejenak dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma ini tidak bersedia memberikan jawaban. Namun ketika didesak dengan kalimat andaikan, Kepala IGD RSFM ini akhirnya membeberkan jika untuk perawatan pasien penderita kanker atau istilah medisnya bahasalioma setidaknya sekali perawatan menghabiskan biaya sekitar 200-300 ribu. Biaya tersebut sudah mencakup untuk biaya dokter, terapi dan obat. Setelah itu ya tinggal dihitung saja berapa lama pasien harus menjalani perawatan.

“Yang terpenting, terkait derita Bu Mukeni akibat terserang kanker ganas, Dirut RSFM dr Alif telah memberikan kebijakan agar pasien dirawat sampai sembuh tanpa biaya sama sekali. Semoga kebaikan dr Alif ini menjadi harapan baru bagi Bu Mukeni untuk kembali semangat melawan kanker ganas yang telah dideritanya selama 5 tahun itu,” pungkas dr Vita yang dikenal ramah dan santun dalam merawat pasien ini, Kamis (30/11/2017). (shol)

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!