banner 728x90

Cek Fisik Kendaraan Harus Bayar 100 Ribu, Di ‘Samsat Surabaya Timur’

Cek Fisik Kendaraan Harus Bayar 100 Ribu, Di ‘Samsat Surabaya Timur’

Surabaya Panjinasional- Proses mutu pelayanan optimal yang di tujukan kepada masyarakat wilayah Surabaya timur, seharusnya sesuai dengan standarisasi mutu pengoptimalan pelayanan kepada masyarakat umum, khususnya dalam pelayanan surat menyurat kendaraan bermotor di kantor bersama samsat Surabaya timur,

Pemutihan pajak kendaraan yang dilaksanakan oleh pihak samsat atas program Dispenda Jatim hingga tanggal 28 Desember 2017, telah di salah gunakan oleh beberapa oknum untuk melakukan tarikan kepada masyarakat dalam melakukan/kepengurusan kendaraan bermontor,

Salah satu warga yang melakukan kepengurusan kendaraan bermotor Aw mengatakan, “Beberapa orang yang melayani proses pemberkasan dokumen cek fisik untuk kendaraan bermotor saya. Meminta terang terangan kepada saya, orang itu mengatakan ke saya untuk meng ACC cek fisik harus bayar Rp 100.000,- kalau ndak gak usah ngurus, katanya kepada saya mas” katanya

Aw juga menambahkan, gimana lagi mas. Dengan terpaksa ya saya bayar dari pada saya bolak balik, waktu saya terbuang, walaupun rumah saya wilayah Surabaya, lha iya’ kan ada program pemutihan lah kok dalam melakukan kelengkapan kepengurusan surat kendaraan di cek fisik ditarik biaya lumayan fantastic, tambahnya.

Dari laporan masyarakat tersebut, maka awak media ini mencoba mengecek langsung ke lokasi. Tepatnya di loket cek fisik kendaraan bermotor di samsat Surabaya timur, dan dari pengecekkan tersebut, ternyata benar adanya, memang ada tarikan dari pihak pelayanan loket cek fisik ke masyarakat, dalam melakukan pengurusan surat menyurat kendaraan bermotor, di cek fisik samsat manyar Surabaya, yang di kenakan kepada kendaraan bermotor, oleh salah satu staff cek fisik samsat manyar Surabaya timur.

Dari beberapa laporan masyarakat tentang adanya tarikan cek fisik di samsat manyar, tim investigasi dari panjinasional melakukan konfirmasi ke pihak samsat manyar dan di temui oleh salah satu Staff, Kur (inisial) mengatakan, “Mas terkait masalah ini. Coba dari blngko cek fisiknya mana. Dan siapa orangnya” katanya

Dari keterangan yang di katakan oleh Staff samsat manyar “Kur” jawabannya sangat aneh, sebab merupakan pelanggaran Kode Etik Jurnalistik. No. 7 tentang Wartawan Indonesia yang memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia disebutkan identitas maupun keberadaannya,

Termasuk Menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan “off the record” sesuai dengan kesepakatan Serta Undang Undang No 40 Tahun 1999 Pasal 1 Ayat 10 tentang, Hak tolak adalah hak wartawan untuk tidak menyebutkan sumber berita, karena profesinya menolak mengungkapkan nama atau identitas sumber berita yang harus di rahasiakan.@S2ka/Djok

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!