banner 728x90

Bupati Gresik Boyong Puluhan Pejabat Ke Luar Negeri, Benarkah Pakai Dana Pribadi.?

Bupati Gresik Boyong Puluhan Pejabat Ke Luar Negeri, Benarkah Pakai Dana Pribadi.?

Gresik Panjinasional : Pejabat di lingkup Pemkab Gresik benar-benar tidak pekak terhadap kondisi masyarakat. Disaat kondisi APBD(Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun 2017 kritis, sehingga banyak program kerakyatan dipangkas karena terbentur anggaran.
Justru Bupati Sambari Halim Radianto dan Wabup Moh.Qosim bersama puluhan Kepala OPD(Organisasi Perangkat Daerah) dan pejabat lain lakukan lawatan ke Malaysia. Mereka berangkat ke negeri jiran ini Jumat(17/11/2017), pagi tadi. Mereka akan berada di Malaysia selama 3 hari terhitung, Jumat-Minggu (17-19/11/2017).
Tampak sejumlah pejabat turut mendampingi lawatan orang nomor satu di Pemkab Gresik ini. Mereka di antaranya, dari eselon II Sekda Kng.Djoko Sulistio Hadi, Kadispora Zairuddin, Kepala Pelaksana BPBD Abu Hasan, Kepala Disperta Agus Djoko Waluyo, Kadis Kominfo Budi Rahardjo, Kadis PUPR Bambang Isdianto, Kadinsos Sentot Supriyohadi, Kadis Prindag dan UKM Agus Budiono, Kadisbudpar Mighfar Syukur, Kadis PM PTSP Mulyanto, Kepala Inspektorat Hari Suryono dan puluhan pejabat eselon II.
Sementara pejabat eselon III yang tampak mendapingi Bupati di antaranya kalangan camat dan kepala bagian.
Mereka di antaranya, Camat Duduksampeyan Suropadi, Camat Wringinanom Hari Syawaludin, Camat Kebomas Sutrisno, Camat Benjeng Nuriyadi, Camat Menganti Sujarto, Camat Balongpanggang Narto, dan sejumlah eselon III lain.
Sejumlah pejabat yang dikabarkan turut mendapingi lawatan Bupati ke Malaysia enggan buka suara. Mereka saat ditelepon tak ada yang mau angkat.
Begitu juga saat dihubungi via aplikasi WA(WhatsApp), tak menjawab.
Kepala BKD(Badan Kepegawaian Daerah) M.Nadlif misalnya, saat dikonfirmasi via WA berapa jumlah pejabat yang ikut mendampingi lawatan Bupati ke Malaysia, dan apakah mereka sudah kantongi izin baik dari Mendagri maupun Gubernur, hanya dibuka saja.
Namun, tak kunjung memberikan jawaban. Begitu juga dengan Kepala DPM PTSP(Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu) Mulyanto, SH berkali-kali ditelepon tak mau mengangkat.
Kondisi ini menimbulkan kecurigaan kalau mereka selintutan dalam kegiatan ini. Termasuk, anggaran yang digunakan untuk lawatan, menggunakan APBD atau dana pribadi.” Saya tak yakin pakai dana pribadi. Saya mencium bau busuk kalau pakai dana APBD. Cuma saya tak tahu diposkan dimana,” cetus salah satu pejabat Pemkab Gresik, Jumat(17/11/2017).
Sebelumnya, pada Kamis(9/11/2017), Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Gresik Mulyanto, SH (sekarang Kepala DPM PTSP) saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa lawatan Bupati ke Malaysia untuk memenuhi undangan dari WNI(warga negara Indonesia) atau TKI(tenaga kerja Indonesai) asal Gresik yang ada di sana.
“Jadi ini bukan agenda yang telah diprogramkan, namun memenuhi undangan. Selama di Malaysia, Bupati akan melakukan sejumlah agenda kerja. Di antaranya, bertemu dan melakukan forum dialog dengan masyarakat Kabupaten Gresik yang menjadi TKI (Tenaga Kerja Asing),” paparnya.
Mulyanto mengaku, bahwa kunjungan Bupati dan pejabat ke Malaysia kali ini tidak dengan dana APBD, melainkan menggunakan dana pribadi. “Termasuk pejabat. Bagi yang ikut memakai uang pribadi. Termasuk saya, kalau ikut ya pakai uang pribadi,” sambung mantan Asisten I Sekda ini.
Ditegaskan Mulyanto, untuk biaya yang harus dikeluarkan masing-masing pejabat yang ikut Rp 5,5 juta. “Kegiatan ini dikoordinatori Kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) M.Nadlif. Termasuk izinnya ke Gubernur dan Mendagri, semua yang ngurus BKD,” akunya.
“Selama tiga hari di Malaysia, intinya Bupati ingin mengakrabkan diri dengan rakyat Gresik yang di sana,” pungkasnya.
Sementara sejumlah kalangan wakil rakyat DPRD Gresik menyayangkan lawatan Bupati Sambari Halim Radianto ke Malaysia dengan memboyong puluhan pejabatnya.
Sebab, disaat kondisi APBD Gresik 2017 kritis dan terseok-seok sehingga banyak program yang dikepras, mereka justeru lakukan lawatan ke Malaysia.” Ini jelas menciderai hati rakyat,” kata politisi Gerindra asal Duduksampeyan ini.
Nur Saidah mengaku tidak tahu kepergian Bupati bersama puluhan pejabat ke Malaysia pakai dana APBD atau pribadi.” Soal anggaran yang dipakai, saya tidak tahu,” jelasnya.
Nur Saidah justru mempertanyakan urgensitas kepergian Bupati dan Wabup mengajak puluhan pejabat ke Malaysia.” Kalau tujuannya hanya temu kangen warga Gresik di Malaysia, kenapa semua pejabat diajak. Kan seharusnya cukup Disnaker,” pungkasnya. (Yit)

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!