Gresik – Panjinasional.net : Semakin hari terlihat semakin memanas saja perseteruan antara Felix Soesanto dengan ahli waris Kaskan cs..
Mereka saling lapor melaporkan satu dengan yang lainnya ke pihak yang berwajib setelah Felix melaporkan beberapa ahli waris dan kades Fariantono ,kini giliran ahli waris Kaskan cs yang bernama Cholis melaporkan Felix Soesanto terkait dugaan pemalsuan surat keterangan kepala desa nomor : 597,37 / 437.102.02 / 2013,yang isinya antara lain menerangkan :
A) Bahwa tanah tanah yang dimohon Felix Soesanto seluas 29.037 m2 dengan nomor indum bidang
12.09.01.06.01344 adalah berasal dari sisa C Desa nomor 557 persim 42a, seluas 29.830 m2, yang terletak di desa
prambangan, kecamatan kebomas, gresik, yang benar adalah klas D II.
B) Bahwa perolehan buku C.337 adalah waris dari C.279 seluas 9.800m2.
C) Bahwa penulisan nomor petok D dalam surat persetujuan dibawah tangan yang dibuat oleh para ahli aris tanggal 22 – 11 – 2012 yang benar adalah petok D nomor 557 atas nama KASKAN.Cs
D) Dan apabila terjadi sengketa atas nama tersebut adalah tanggung jawab penjual tanpa notaris dan kantor pertanahan kabupaten gresik.
Seperti yang sudah diberitakan Media Panjinasional beberapa waktu lalu, bahwa Felix pernah dilaporkan ke Polres Gresik oleh H.Karto mantan kepala desa prambangan, namun entah apa sebabnya H.Karto mencabut laporan tersebut .
“Benar mbak, Cholis laporkan Felix Soesanto terkait dugaan pemalsuan surat itu” ujar Kanit idik II Tomi Kurniawan,S.T.K inspektur polisi tk II, saat dikonfirmasi langsung oleh awak Panjinasional 15-8-2017, diruangannya.
“Terlapor sudah tahu lah..cuman emang belum kita panggil, karena kita masih memeriksa saksi, dan bukti-bukti” jelasnya lagi..
Berbeda dengan felix soesanto saat di konfirmasi via WA oleh wartawan pada 9-8-2017 “Saya belum dengar” jawabnya singkat.
Meskipun terdengar aneh jawaban singkat itu, mengingat laporan Cholis kepada pihak kepolisian tertanggal 30-mei-2017, laporan sudah berjalan 2 bulan tapi pihak terlapor belum mendengar hal itu..
Laporan yang mengacu kepada pemeriksaan Kalabfor Polri cabang Surabaya pada 2-maret-2017, telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap dokumen dan bukti berupa 1 (satu) lembar surat keterangan no : 597/37/437.102.02/2013 tgl 10-januari 2013, sebagaimana surat nomor : R/2092/111/2017/Lab.for dengan kesimpulan: bahwa tanda tangan bukti (QT) atas nama H.Karto yang terdapat pada barang bukti nomor : 019/2017/DTF, adalah NON IDENTIK atau MERUPAKAN PRODUK YANG BERBEDA alias PALSU..nama penyidik saat itu: Siswanto,S.H pangkat AIPDA /79030194 Unit idik II (dua).
Saat dikonfirmasi pak sis (sapaan Akrab Aipda Siswanto) membenarkan adanya pencabutan laporan oleh H.Karto, dan saat ditanya kok bisa muncul SP3 ? siswanto mengatakan bahwa kedua belah pihak telah berdamai malah semua surat-surat pernyataan H.Karto di cabut juga..”Kalau sudah damai kan gak mungkin diteruskan”.
Pertanyaannya..apakah hukum tidak bisa berlanjut walaupun terlapor dan pelapor sudah berdamai? Mengingat sudah terbukti non identik dan menyangkut dokumen negara.??
Kini Cholis salah satu ahli waris dari Kaskan cs (pemilik tanah) yang saat ini sedang sengketa, melaporkan hal yang sama.”Pihak ahli waris merasa dirugikan atas hadirnya surat itu mbak..makanya felix dilaporkan” ujar Agus Setiono S.H. saat dikonfirmasi langsung oleh wartawan beberapa waktu lalu,
“Itu dokumen negara mbak, bukan main-main, dan ada pihak yang dirugikan atas perlakuan tersebut” tambahnya lagi..ya semoga pihak kepolisian tetap semangat dan profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum @Er

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here