Gresik Panjinasional.net : Sidang perdana perkara Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) antara PT. Smelting dengan 308 karyawannya baru-baru ini telah di gelar yang bertempat di Gelora Joko Samudro (GJS) Jl. Veteran Gresik (3/08/2017). Sidang kali ini sebagai tindak lanjut sidang sebelumnya yang ditunda, lantaran 309 karyawan PT. Smelting selaku tergugat tidak mau mengikuti sidang. Penundahan itu dikarenakan terjadi perubahan lokasi tanpa ada pemberitahuan kepada pihak tergugat, dari yang seharusnya digelar di gedung WEP (Wahana Ekpresi Pusponegoro) II di jalan Jaksa Agung Suprapto Gresik, ternyata digelar di WEP I.
Perkara ini mencuat dikarenakan terjadinya PHK sepihak oleh PT. Smelting kepada 309 karyawannya. PHK muncul didasari lantaran mereka melakukan mogok kerja masal sejak januari 2017. Sedang mogok kerja sendiri dilakukan sebagai bentuk protes setelah Perjanjian Kerja Bersama (PKB) VII yang telah disepakati tidak dijalankan oleh manajemen.
Pada saat berjalannya sidang pembacaan gugatan yang dimulai pukul 09.00-13.00 wib sempat menuai protes dari pihak tergugat, namun tidak digubris atas desakan dari pihak penggugat. Ali Rifa’i sebagai wakil ketua 1 PUK SPL FSPMI PT.Smelting (pihak buruh) menuturkan ” kami akan melayangkan protes atas release gugatan yang di bacakan oleh hakim karena banyak dari gugatan yang tidak sesuai dan terkesan di paksakan.” Tuturnya.
Terkait realese gugatan, banyak dari isi yang tidak sesuai seperti Surat Nomor 560/1142/108.5/2017 tanggal 6 Maret Perihal Penjelasan Mogok Kerja di PT Smelting dan Surat Nomor 821.2/2490/108.1/2017 tanggal 8 Juni 2017 perihal Penetapan Mogok Kerja Sah dan Tidak Sah. Dikarenakan surat itu telah di cabut oleh Disnakertrans Provinsi Jawa Timur dengan menerbitkan surat baru tanggal 9 Juni 2017 Nomor 565/181/108.04/2017 tentang pencabutan surat sebelumnya. Itupun di perkuat dengan adanya Surat Kemenakertrans Nomor B-536-BINWASK3/VI/2017 dan Surat Nomor B-535-BINWASK3-PNKJ/VI/2017 tentang Penanganan Permasalahan Ketenagakerjaan Di PT. Smelting Kab. Gresik. Sedang untuk sidang berikutnya akan di gelar hari Kamis 10 Agustus 2017.
Sebagai Ketua PUK SPL FSPMI PT.Smelting Zainal menyatakan ” kami sangat menyesalkan kepada pihak peradilan, jelas-jelas surat yang dijadikan dalam isi gugatan sudah dicabut oleh Disnakertrans tapi masih di pergunakan. Ini terlihat bahwa mereka mengesampingkan putusan yang lebih tinggi.” Tegasnya. (Yit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here