Media Online Panjinasional

Mengabarkan Fakta Kebenaran

banner 728x90

Dispertahortbun Kabupaten Sumenep, Gelar Lapangan Inovasi Berbasis (GLIP) Padi

Dispertahortbun Kabupaten Sumenep, Gelar Lapangan Inovasi Berbasis (GLIP) Padi

Sumenep, Panjinasional.net ~ Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura, dan Perkebunan (Disperthotrbun), gelar lapang inovasi pertanian (GLIP) berbasis padi, di Kecamatan Guluk-guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Acara yang dihadiri langsung oleh Ketua Bidang Litbang Research Pertanian Kementerian Pertanian Prof. Dr. Suyamto, Penyuluh Utama BPTP Jawa Timur, Ir. Tini Saniati Kousno. M. Si.,
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura, dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep Ir. Bambang Heriyanto. M. Si yang didampingi Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Penyuluh (Kabid SPdP) Arif Firmanto. S. Tp. M. Si., Kepala UPT Dispertahotrbun Kec. Guluk-guluk beserta Kepala UPT Dispertahotrbun Kec. Lenteng dan Segenap Jajaran Forpimka Kec. Guluk-guluk. Senin, (22/05/2017).
Digelarnya acara temu lapang petani inovasi berbasis padi (GLIP) dan temu wicara bersama sepuluh poktan yang saat ini menjadi pelopor dari program Gelar Lapang Inovasi Berbasis Padi (GLIP) di Kecamatan Guluk-guluk, Sumenep, Madura. Untuk meningkatkan IP (Indeks Penanaman) khususnya lahan kering.
Kadis Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura, dan Perkebunan (Dispertahortbun) Ir. Bambang Heriyanto, M. Si mengatakan,” Acara Gelar Lapang Inovasi Berbasis Padi (GLIP) ini membuktikan sekaligus juga menunjukkan bahwa Dispertahortbun Sumenep selalu melakukan inovasi baru dan terus melakukan sinergi dengan BPTP Jawa Timur. untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dalam bidang pertanian, khususnya petani yang ada di daerah lahan kering,” kata Kadis Dispertahortbun Bambang. Selasa, (23-05-2017).
“Dan program GLIP di sambut baik oleh masyarakat petani khususnya petani pengembang di lahan kering. Dan ini terbukti program GLIP selalu ada peningkatan, di setiap tahun nya, karena sebelumnya pada tahun 2015 hanya ada 5 ha, terus pada tahun 2016 ada peningkatan yang sangat signifikan yaitu 40 ha, dan pada tahun 2017 ini GLIP sistem tanam jarwo ini cukup signifikan peningkatannya yakni, 115 ha,” ujar Kadis penuh bangga.
Dalam kegiatan tersebut ada tiga point materi yang di sampaikan oleh kepala Dispartahotrbun Sumenep Bambang kepada 10 poktan yaitu.’ Peningkatan IP (Indeks Penanaman) padi tiga kali di lahan kering, dalam satu tahun dengan produksi 6 ton/tahun/1 ha, Penanaman Sistem Jajar Legowo (Jarwo) 2:1 dan Jajar Legowo Super (Jarwo Super), Pengenalan Varietas baru yang tahan hawar daun bakteri dan umur yang genjah 104 HST.
“Karena pada tahun 2016 silam Progress dari Gelar Lapang Inovasi berbasis Padi (GLIP) di Kec. Guluk-guluk yang di pelopori oleh tiga kelompok tani yang di dominasi 60,24% wanita ini lebih dari target realistis karena sebelumnya yang dicanangkan hanya 15 ha, tidak tahu nya bisa mencapai 40 ha. dimana di setiap Poktan ada peningkatan tanam jarwo 18,15% di masing-masing poktan yakni.’ Poktan Kasih Ibu: 15 ha, Al Irsyad: 10, dan Albana: 15,” paparnya.
“Sedangkan untuk progress tahun 2017 ini Inovasi dari program ini semakin bertambah dari agustus-november 2016 sudah bisa diterapkan oleh 4 Poktan, dan Mei-Maret 2017 sudah 10 kelompok tani yang mengelar lapang inovasi berbasis padi (GLIP) di Kec. Guluk-guluk, sistem jarwo tiga kali penanaman padi, dengan terus meningkatkannya progress tanam padi sistem jarwo kelompok tani sumenep asal kecamatan guluk-guluk mendapat penghargaan Satya Lencana dari Bapak Presiden RI Joko Widodo,” kata Bambang.
Sementara Penyuluh utama BPTP Jatim, Ir. Tini Saniati Kousno, M. Si. Pada awalnya sistem tanam jarwo di desa hanya terdapat 5 ha, akan tetapi sampai saat ini sudah meningkat menjadi 115 ha dan di tahun 2017 ini sudah ada 10 kelompok tani yang berhasil menggunakan sistem pertanian Jajar Legowo, (Jarwo) sehingga keberhasilan itu mendapat apresiasi dari Bapak Joko Widodo Presiden RI,” Kata Ir. Tini Sumiati.‎
Di tahun 2017 Kelompok wanita tani ” Kasih Ibu ” awalnya hanya menanam, Padi, Jagung dan tembakau serta rata-rata anggotanya mutu pendidikan sangat rendah, namun pada tahun 2015 atas bimbingan dari kepala Bapak Kepala Dinas Pertanian Sumenep beserta jajarannya maka Kelompok Tani Wanita ” Kasih Ibu ” bisa berkembang dan bisa dikatakan sukses yaitu pada akhir tahun 2016 dengan menggunakan sistem pertanian Jajar Legowo Super dan memanfaatkan pupuk organik dapat mendapatkan panen yang sangat memuaskan atau sukses. Ungkap Kamila. Ketua Kelompok Tani Wanita Kasih Ibu.‎
Sebenarnya banyak alternatif-alternatif yang mempengaruhi proses meningkatnya produksi padi, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemupukan yang tepat sasaran, pengairan yang tepat dan pengendalian hama penyakit. Pada saat ini ,ada cara yang bisa di tempuh oleh petani dalam proses meningkatkan produksi padi ,salah satu yang bisa di pilih yaitu dengan cara tanam padi dengan sistem jajar legowo,” ujarnya.
“Penerapan sistem tanam jajar legowo akan memberikan hasil maksimal dengan memperhatikan arah barisan tanaman dan arah datangnya sinar matahari. Lajur barisan tanaman dibuat menghadap arah matahari terbit, agar seluruh barisan tanaman pinggir dapat memperoleh intensitas sinar matahari yang optimum ,dengan demikian tidak ada barisan tanaman terutama tanaman pinggir yang terhalangi oleh tanaman lain dalam mendapatkan sinar matahari,” pungkasnya.@ (rokib)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan